David De Gea Belum Lakukan Penyelamatan Di Piala Dunia 2018

Kiper andalan tim nasional Spanyol itu selalu kemasukan ketika menghadapi tembakan mengarah ke gawang dalam dua laga perdana Piala Dunia. David De Gea disebut-sebut akan menjadi kiper terbaik dalam turnamen paling prestisius dalam dunia olahraga yang digelar di Rusia tahun ini, namun dalam dua laga perdananya ia mencatat statistik yang kurang meyakinkan. Penjaga gawang utama tim nasional Spanyol tersebut menjadi salah satu dari dua kiper yang belum pernah melakukan penyelamatan sama sekali di babak grup di antara 34 kiper yang sudah diturunkan. De Gea masuk dalam daftar tersebut bersama kiper tuan rumah Rusia, Igor Akinfeev. Namun, jika dilihat dari statistik lain, jelas De Gea tampak lebih buruk dari rekan seprofesinya tersebut.

window.ads.push({“placementName”:”bettingwidget”,”sizes”:{“default”:[],”320″:[“300×250″,”300×600″],”980″:[]},”uuid”:”ad-5b3204523432c”,”slotName”:”/67970281/DISPLAY_OWNED_GBL/goalcom_responsive/news_articles/bettingwidget”,”name”:”ad-betting-widget”,”useLazyLoad”:false}) Akinfeev sangat tertolong dengan kedisiplinan pertahanan sehingga dalam dua laga menghadapi Arab Saudi dan Mesir, ia hanya menghadapi satu tembakan ke gawang yang tidak dapat diselamatkan, yaitu penalti Mohamed Salah. Sementara De Gea, pada laga kedua juga sangat terbantu dengan pertahanan kukuh sehingga Iran tidak mampu melakukan tembakan ke gawang yang dikawalnya. Namun, cerita itu berbeda pada laga pembuka ketika Spanyol menghadapi Portugal. De Gea tercatat harus menghadapi tiga tembakan yang tepat sasaran, di mana semua dilakukan oleh Cristiano Ronaldo, dan pemain Manchester United itu tidak berdaya menghalau ketiganya. Yang menjadi catatan khusus, tembakan kedua CR7 seharusnya bisa menjadi penyelamatan mudah, tapi ia malah melakukan blunder konyol, sehingga bola masuk ke gawangnya. Baik Akinfeev dan De Gea akan kembali memiliki kesempatan memperbaiki catatan tersebut ketika menjalani laga pamungkas babak grup. Rusia akan menghadapi Uruguay untuk menentukan juara grup A, sementara Spanyol akan meladeni Maroko untuk menyegel tiket ke fase gugur.

countinue reading
, , , ,

Dejan Lovren: Jika Luka Modric Orang Jerman Atau Spanyol, Dia Bisa Raih Ballon D’Or

Lovren tak ragu menyebut Modric sebagai salah satu pemain terbaik di dunia untuk saat ini dan layak untuk memenangkan Ballon d’Or. Bek Kroasia Dejan Lovren menilai Luka Modric pantas untuk mendapatkan Ballon d’Or. Modric meneruskan kebintangannya di level klub ke tim nasional dengan terakhir membawa Kroasia lolos ke fase gugur Piala Dunia 2018, itu setelah timnya meraih enam poin dari dua laga perdana. Gelandang milik Real Madrid itu, yang sukses menjuarai Liga Champions untuk kali ketiga beruntun pada akhir Mei kemarin, menjadi penampil terbaik untuk negaranya dalam kemenangan 3-0 kontra Argentina di matchday kedua babak grup Piala Dunia, dengan ia bahkan mencetak satu gol spektakuler ke gawang Willy Caballero.

countinue reading
, , , ,

Fernando Hierro: Saya 100 Persen Pelatih Spanyol

Hierro mendeklarasikan diri sebagai pelatih kepala Spanyol setelah ditunjuk menggantikan Julen Lopetegui yang dipecat jelang Piala Dunia 2018. Fernando Hierro menertawakan anggapan yang menyebut Spanyol bermain tanpa nakhoda menyusul penunjukkannya sebagai pelatih jelang Piala Dunia 2018. Hierro, 50 tahun, dipercaya mengambil alih jabatan pelatih kepala beberapa hari jelang laga perdana melawan Portugal, dengan ia menggantikan posisi Julen Lopetegui yang dipecat secara mendadak karena menerima pekerjaan melatih Real Madrid. Terlepas kekacauan yang sempat mendera, Spanyol arahan Hierro mampu mengamankan skor imbang 3-3 melawan Portugal dan kemudian menang tipis 1-0 kontra Iran.

countinue reading
, , , ,

Masih Ingin Main di Piala Eropa 2020, Buffon Tunda Pensiun?

Gianluigi Buffon rupanya belum bulat tekadnya untuk gantung sepatu tahun depan. Buktinya, Buffon masih membuka peluang tampil di Piala Eropa 2020. Kontrak Buffon bersama Juventus akan berakhir musim panas tahun depan yang juga bertepatan dengan usianya yang menginjak 40 tahun. Buffon sendiri sudah mengisyaratkan untuk pensiun. Sementara di timnas, Buffon sudah lebih dulu mengundurkan diri pasca gagal mengantarkan Italia lolos ke Piala Dunia 2018 karena dikalahkan Swedia di babak playoff. Meski demikian, banyak pihak yang menyayangkan keputusan Buffon untuk pensiun mengingat dia masih bisa tampil di level kompetitif setidaknya hingga Piala Eropa 2020. Kebetulan Buffon sendiri masih membuka kemungkinan bermain di turnamen itu saat umurnya 42 tahun dan bakal jadi pengalaman baru untuk Buffon serta pemain lain mengingat Piala Eropa edisi itu akan digelar di banyak negara. Tapi, boleh jadi Buffon akan meneruskan kariernya di lapangan hijau jika Juve jadi juara Liga Champions mengingat mereka akan tampil di Piala Dunia Antarklub tahun depan. “Setelah disingkirkan Swedia, saya banyak menerima rasa simpati dari orang-orang,” ujar Buffon. “Orang-orang sadar bahwa saya selalu apa adanya selama karier saya. Hal itu sangat dihargai,” sambungnya. “Saya menjalani hidup dari hari ke hari, saya tidak ingin menyanggah apapun (terkait kemungkinan dirinya main di Piala Eropa 2020),” tutupnya.

countinue reading
, , , ,

Alonso Ungkap Rencana Mourinho ‘Matikan’ Messi

PREDIKSIBOLABET77.COM – Mantan pemain Real Madrid, Xabi Alonso mengungkap sebuah rencana untuk bisa ‘mematikan’ bintang Barcelona, Lionel Messi. Rencana tersebut ia susun dengan eks pelatihnya di Madrid, Jose Mourinho. Alonso dan Mourinho, saat masih membela Madrid, mengaku kerap dibuat kesulitan oleh Messi kala berduel melawan Barcelona. Karena itu, mereka pun sering berdiskusi untuk mendapatkan cara ampuh membuat Messi tidak berkutik. Menurut Alonso, penyusunan rencana ini juga melibatkan Sergio Ramos. “Messi menimbulkan banyak kesulitan pada saya, saya, Mourinho dan Ramos banyak berdiskusi tentangnya. Kami mulai untuk mengendalikan Messi dengan saya yang akan menjaganya,” buka Alonso. “Kami mengorbankan posisi saya untuk menjaga Messi. Tapi, begitu kami bisa mengendalikan Messi, pertandingan tetap sama saja,” sambungnya. Alonso mengakui bahwa dirinya memang kerap kesulitan melawan Barca saat itu. Menurutnya, Barca di era tersebut sedang berada dalam era keemasan. Madrid pun kerap kalah saat berjumpa dengan seteru abadinya. Salah satu kekalahan yang akan terus dikenang yakni saat kalah telak dengan skor 5-0 pada tahun 2010 silam. “Kekalahan itu mengubah banyak hal. Saat itu kami belum siap untuk bersaing. Kami baru siap satu tahun berikutnya. Barc dominan, tapi pada akhir tahun 2011 kami tahu bahwa kami bisa menyerang siapa pun dengan empat gerakan,” tutup Alonso.

countinue reading
, , , ,

Spalletti Mau Ramos, Iniesta, dan Sanchez

PREDIKSIBOLABET77.COM – Pelatih Inter Milan, Luciano Spalletti, ditanya terkait pemain yang diharapkan pada bursa transfer Januari. Dia menjawab: Sergio Ramos, Andres Iniesta, dan Alexis Sanchez. Inter belum terkalahkan sejak diambil alih Spalletti awal musim ini dan duduk di puncak klasemen Serie A. Namun, mereka masih diharapkan untuk bisa menambah kekuatan tim agar bisa konsisten sampai akhir musim. Hal tersebut tentu amat penting untuk Nerazzurri. Sebab, Inter cuma bisa menang lewat adu penalti melawan klub Serie C, Pordenone, di babak 16 besar Coppa Italia dengan pemain pelapis. “Saya pikir kami harus berhati-hati di bursa transfer. Saya pikir sampai klub dan Presiden mengungkapkan niat sebenar-benarnya di jendela transfer ini, kita semua harus diam,” kata Spalletti. “Menciptakan ekspektasi yang Anda ciptakan (di media) sebelum dimulainya musim ini, dan kurangnya kepercayaan karena nama-nama yang masuk tidak baik bagi para fans, pemain atau Inter. Di atas itu semua, ini tentang hasil,” sambungnya. “Jika Anda bertanya kepada saya siapa yang saya inginkan maka saya akan memberitahu Anda. Berikut adalah tiga nama yang saya inginkan: Ramos, Iniesta dan Sanchez. Ayo kerjakan semuanya, oke? Jika tidak, mulailah lagi lewat telpon,” kata Spalletti . Apa yang dikatakan Spalletti itu pada dasarnya cuma sebuah gurauan. Dia malah menyanjung para pemain yang sudah ada saat ini karena berjuang membawa tim ke puncak klasemen. “Kami harus memberikan rasa hormat yang pantas bagi mereka yang telah membawa tim ke puncak sejauh ini,” Spalletti menegaskan.

countinue reading
, , , ,
Pele Ingin Cabut Pensiun, Mengapa ?

Pele Ingin Cabut Pensiun, Mengapa ?

Legenda sepak bola Brasil, Pele, melontarkan kelakar soal kemungkinan dirinya kembali dari masa pensiun. Pria berusia 75 tahun ini ingin membela tim nasional Brasil pada Olimpiade 2016.

Maklum, medali emas Olimpiade belum pernah diraih Brasil. Selecao sempat mencapai final edisi 1984, 1988, dan 2012, tetapi selalu kalah.

Ada penyesalan dalam diri Pele. Sebab, dia tidak pernah membela Brasil di ajang tersebut. Padahal, Pele mampu menyumbang tiga trofi Piala Dunia untuk Selecao.

“Olimpiade adalah satu-satunya turnamen yang belum pernah saya cicipi. Sebab, pemain profesional dilarang tampil di Olimpiade saat itu,” ucap Pele.

International Olympic Committe (belum tau tentang international olympic committe anda bisa melihatnya disini) baru mengubah regulasi tersebut pada 1984. Setiap peserta boleh mencantumkan tiga pemain senior dan sisanya berusia di bawah 23 tahun.

Akan tetapi, Pele terlanjur memutuskan gantung sepatu ketika peraturan diubah. Dia pun mengaku ingin “turun gunung” pada Olimpiade tahun ini.

“Saya akan menyiapkan diri untuk bermain di Olimpiade. Mungkin, saya akan memenangi kejuaraan ini untuk Brasil,” tutur dia.

Brasil tidak cuma melakoni Olimpiade pada musim panas tahun ini, tetapi juga Agen Judi Copa America. Olimpiade digelar dari 3 Agustus sampai 20 Agustus 2016, sedangkan Copa America berlangsung sejak 3 Juni hingga 26 Juni 2016.

Ada wacana, pelatih Carlos Dunga hanya menyertakan Neymar untuk ajang Olimpiade. Sebab, sang kapten Selecao dianggap terlalu banyak menjalani pertandingan pada musim 2015-2016.

countinue reading
, , , , , ,